Ilustrasi BAZNAS Serahkan Kapal Layanan Kesehatan untuk Talaud & Sangihe. Dok : Kabar Bunaken/Gemini.
MANADO, KABAR BUNAKEN — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di wilayah perbatasan.
Kali ini, BAZNAS menyerahkan dua unit kapal layanan kesehatan bergerak Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS memperkuat layanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi di daerah-daerah yang sulit dijangkau fasilitas medis.
“Jangan sampai karena tidak ada fasilitas maka angka kematian ibu dan bayi meningkat,” tegas Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, dalam acara penyerahan kapal di Manado Bay, seperti dikutip Kabar Bunaken dari Antara, Kamis (24/10).
Kapal Kesehatan untuk Laut Perbatasan
Dua kapal RSB tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Noor Achmad bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Acara turut disaksikan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Sestama BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman, dan jajaran BAZNAS provinsi/kabupaten/kota se-Sulut.
Kapal ini diharapkan mampu menjangkau wilayah kepulauan terpencil seperti Miangas dan Marore yang selama ini kerap terkendala akses kesehatan, terutama untuk pelayanan ibu hamil, persalinan, serta imunisasi anak.
“Dua kapal ini kami serahkan kepada pemerintah daerah. Pada tahap pertama kami bantu dana operasional sebesar Rp1 miliar. Saya tidak tahu untuk beli bensin bisa berapa lama, tapi Insya Allah kami akan terus mendukung,” ujar Saidah.
Kolaborasi BAZNAS dan BNPP: Dari Miangas hingga Anambas
Saidah menjelaskan, kerja sama antara BAZNAS dan BNPP telah berjalan beberapa tahun terakhir, mencakup berbagai sektor seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur kesehatan.
Salah satu contohnya, di Pulau Miangas, Talaud, BAZNAS pernah memberikan bantuan peralatan perikanan untuk nelayan setempat. Selain itu, BAZNAS juga membangun Rumah Sehat BAZNAS di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, serta menjalankan program penanganan stunting di Kalimantan Barat, Papua, dan Kalimantan Utara.
“Program seperti Zakat Community Development di Desa Temajuk, Sambas, hingga dukungan pengembangan UMKM hasil laut di Kepulauan Anambas, semua kami lakukan agar zakat bisa benar-benar berdampak,” jelas Saidah.
BAZNAS Biayai 200 Calon Guru untuk Papua
Selain kesehatan dan ekonomi, perhatian BAZNAS juga menyentuh sektor pendidikan. Saat ini, lembaga tersebut tengah mendanai 200 calon guru dari Papua yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Cenderawasih dan IAIN Sorong.
“Mereka semua didanai oleh BAZNAS. Nantinya mereka akan menjadi pengajar di wilayah perbatasan. Jadi kolaborasi kebaikan ini akan terus kami dukung,” ujarnya menambahkan.
Dukungan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Tidak hanya di Sulawesi Utara, BAZNAS juga menjalankan program pembangunan rumah layak huni di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Barat. Semua inisiatif tersebut menjadi bagian dari misi besar lembaga ini: memastikan kesejahteraan dan pelayanan dasar bisa dirasakan oleh seluruh warga, bahkan di batas terluar negeri.
Langkah BAZNAS menyerahkan kapal layanan kesehatan untuk Talaud dan Sangihe adalah simbol nyata kepedulian terhadap masyarakat perbatasan. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses, kolaborasi lintas lembaga seperti BAZNAS dan BNPP menjadi harapan baru agar ibu hamil di pulau-pulau terluar tetap mendapat hak dasar: layanan kesehatan yang layak (Wan)

