Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus.
MANADO , KABAR BUNAKEN- Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus menegaskan, arah kebijakan fiskal tahun 2026 akan difokuskan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah, meningkatkan daya saing, dan memastikan keberlanjutan pembangunan lintas sektor.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Yulius dalam rapat paripurna bersama DPRD Sulut di Manado, Selasa (28/10).
Sinergi Eksekutif dan Legislatif Jadi Kunci
Dalam rapat yang membahas rancangan kebijakan anggaran 2026, Gubernur Yulius menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam proses penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
“Sinergi ini penting agar APBD yang dihasilkan benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan ke depan,” jelas seperti dikutip Kabar Bunaken dari Antara (29/10/2025).
Meski mengakui adanya potensi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, Gubernur Yulius tetap optimistis pembangunan di Sulut akan terus berjalan.
“Kami tidak akan terpaku pada keterbatasan, melainkan fokus pada inovasi dan efisiensi dalam penggunaan anggaran,” tambahnya.
Anggaran Berkeadilan dan Berkelanjutan
Gubernur juga menegaskan bahwa penyusunan kebijakan fiskal tahun depan akan berorientasi pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Sulut.
Ia menekankan agar setiap kebijakan anggaran disusun secara realistis, terukur, dan berkeadilan, mengutamakan sektor-sektor produktif yang dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah, termasuk pertanian, pariwisata, dan industri kreatif.
“Pemprov Sulut berkomitmen membangun tata kelola anggaran yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Sulut Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Kebijakan fiskal 2026 diharapkan menjadi landasan bagi pertumbuhan ekonomi berkualitas—tidak hanya dari sisi angka, tetapi juga dari dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulut berupaya memastikan setiap rupiah anggaran digunakan untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global.
Dengan arah fiskal yang lebih terukur dan inklusif, Sulawesi Utara menatap tahun 2026 sebagai momentum memperkuat fondasi ekonomi daerah menuju pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan (Ant/KB/Wan)

